Lomba MHQ tingkat Propinsi Jawa Timur

Rabu, 29 September 2021 Bapak Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kasi PAIS KanKemenag) kota malang yaitu H. Chandra Achmady, SE Beserta pengawas Pendidikan Agama Islam wilayah kecamatan lowokwaru Nur Dhuhati, S. Ag., M.Pd.I hadir untuk menemani dan menyaksikan siswa SD Islam Mohammad Hatta yaitu Atika Rahma yang sedang mengikuti lomba Muhasabah Hifdzil Qur’an (MHQ) tingkat Propinsi Jawa Timur.


Siswa kelas 6 ini telah lolos dari seleksi tingkat gugus, kecamatan dan kota hingga akhirnya menjadi peserta lomba MHQ tingkat Sekolah Dasar (SD) mewakili Kota Malang.
SD Islam Mohammad Hatta juga pernah menjadi juara umum Pentas PAI se kecamatan lowokwaru setelah meraih juara umum sebanyak 7 kali ber turut – turut.
hal ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri untuk SD Islam Mohammad Hatta dengan ciri khas sekolah islaminya.


Untuk informasi tentang Penerimaan siswa baru dan segala sesuatu tentang SDI Mohammad Hatta silahkan hubungi kami di :
SDI Mohammad Hatta
Jl. Simpang Flamboyan No. 30 Malang
Telp : 0341-413003
WA : 08199000610

Observasi Gelombang Inden

Salah satu kegiatan tahunan yang selalu dilakukan oleh SD Islam Mohammad Hatta adalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2021-2022. Sejak pendaftaran dibuka tanggal 01 Nopember 2020-30 Nopember 2020 tercatat pendaftar via website sejumlah 98 calon siswa.

Alhamdulillah pada hari Sabtu, 05 Desember 2020 SD Islam Mohammad Hatta telah melaksanakan kegiatan observasi calon siswa untuk gelombang inden dengan menerapkan protokol kesehatan, sementara untuk hasil observasi gelombang inden dijadwalkan tanggal 10 Desember 2020.

Belajar Mengajar

Menurut wikipedia, belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon . Menurut KBBI adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Belajar menurut beberapa ahli, belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman ( Winkel ). Belajar adalah suatu proses yang berlangsung di dalam diri seseorang yang mengubah tingkah lakunya, baik tingkah laku dalam berpikir, bersikap, dan berbuat ( W. Gulo (2002: 23) ). Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor (Djamarah). Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktifitas aktif dengan linkungan untuk mengubah tingkahlaku, baik tingkah laku dalam berfikir, bersikap, dan berbuat. Sedangkan mengajar adalah suatu bentuk komunikasi dengan tingkatan kompleksitas yang tinggi (Andri Hakim). Mengajar adalah bentuk usaha untuk dapat menciptakan suatu system lingkungan yang dapat memungkinkan untuk terjadinya proses belajar secara optimal (Gulo). Mengajar adalah suatu cara yang terbaik untuk bersedekah. Mengajarkan ilmu dapat mendekatkan diri kepada Tuhan YME (HR Ibn Abdil-Barr) dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah suatu kominikasi yang terstruktur sehingga tercipta suasana belajar yang bertujuan untk mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah pernah bersabda bahwa

عَنْ عُثْمَانَ – رضى الله عنه- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري

Artinya: “Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” Hadits riwayat Bukhari.

Belajar mengajar adalah suatu aktifitas aktif untuk mengubah tingkahlaku, baik tingkah laku dalam berfikir, bersikap, dan berbuat dalam menciptakan komunikasi supaya tersampaikan pesan-pesan ilahi.terkadang para guru enggan untuk belajar bagaimana cara mengajar, sehingga yang terjadi adalah ruh belajar mengajar itu tidak tersampaikan dengan baik. sebenarnya ilmu itu bisa bermanfaat jika seseorang dengan ilmunya akan lebih mendekatkan diri kepada Allah jadi tidak mungkin ada orang yang belajar dalam hal ini di sekolah dengan ilmu yang didapat semakin menjauh dari Allah. berarti proses mengajarnya tidak sampai pada pesan mengajar itu sendiri. Oleh sebab itu marilah para guru yang mempunyai andil dalam mengajar membawa siswa-siswa kita dengan ilmu yang didapat dari kita semakin dekat dan mendekat padda Allah azza wajalla.( frd)