Belajar Mengajar

Menurut wikipedia, belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon . Menurut KBBI adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Belajar menurut beberapa ahli, belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman ( Winkel ). Belajar adalah suatu proses yang berlangsung di dalam diri seseorang yang mengubah tingkah lakunya, baik tingkah laku dalam berpikir, bersikap, dan berbuat ( W. Gulo (2002: 23) ). Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor (Djamarah). Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktifitas aktif dengan linkungan untuk mengubah tingkahlaku, baik tingkah laku dalam berfikir, bersikap, dan berbuat. Sedangkan mengajar adalah suatu bentuk komunikasi dengan tingkatan kompleksitas yang tinggi (Andri Hakim). Mengajar adalah bentuk usaha untuk dapat menciptakan suatu system lingkungan yang dapat memungkinkan untuk terjadinya proses belajar secara optimal (Gulo). Mengajar adalah suatu cara yang terbaik untuk bersedekah. Mengajarkan ilmu dapat mendekatkan diri kepada Tuhan YME (HR Ibn Abdil-Barr) dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah suatu kominikasi yang terstruktur sehingga tercipta suasana belajar yang bertujuan untk mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah pernah bersabda bahwa

عَنْ عُثْمَانَ – رضى الله عنه- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري

Artinya: “Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” Hadits riwayat Bukhari.

Belajar mengajar adalah suatu aktifitas aktif untuk mengubah tingkahlaku, baik tingkah laku dalam berfikir, bersikap, dan berbuat dalam menciptakan komunikasi supaya tersampaikan pesan-pesan ilahi.terkadang para guru enggan untuk belajar bagaimana cara mengajar, sehingga yang terjadi adalah ruh belajar mengajar itu tidak tersampaikan dengan baik. sebenarnya ilmu itu bisa bermanfaat jika seseorang dengan ilmunya akan lebih mendekatkan diri kepada Allah jadi tidak mungkin ada orang yang belajar dalam hal ini di sekolah dengan ilmu yang didapat semakin menjauh dari Allah. berarti proses mengajarnya tidak sampai pada pesan mengajar itu sendiri. Oleh sebab itu marilah para guru yang mempunyai andil dalam mengajar membawa siswa-siswa kita dengan ilmu yang didapat dari kita semakin dekat dan mendekat padda Allah azza wajalla.( frd)

BELAJAR MEMBUAT KOMPOS

Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan. Selama ini sisa tanaman dan kotoran hewan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk buatan. Kompos merupakan salah satu komponen untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat pemakaian pupuk anorganik (kimia) pada tanah secara berlebihan yang berakibat rusaknya struktur tanah dalam jangka waktu lama.

Belajar Membuat Kompos

Siswa-Siswi Kelas IV SD Islam Mohammad Hatta mengikuti pembelajaran outdoor kali ini, yaitu pembuatan pupuk dimana daun – daun kering yang tidak  berguna bisa dibuat menjadi pupuk sehingga anak – anak bisa belajar cara membuat pupuk, mulai dari pembuatan hingga pemakaian.

Wali Kelas sedang memberi penjelasan tentang kompos

Djoko Nursyafa’at selaku wali kelas 4C SD Islam Mohammad Hatta sangat antusias dalam memberikan materi tentang Kompos, sementara cuaca saat itu sedang mendung. Mendungnya awan tidak mempengaruhi siswa-siswi kelas 4 SD Islam Mohammad Hatta dalam belajar membuat kompos.

Untuk informasi tentang Penerimaan siswa baru dan segala sesuatu tentang SDI Mohammad Hatta silahkan hubungi kami di :

SDI Mohammad Hatta

Jl. Simpang Flamboyan No. 30 Malang

0341-413003

READING DAY

Membaca adalah kegiatan meresepsi, menganalisis, dan menginterpretasi yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis dalam media tulisan. Kegiatan membaca meliputi membaca nyaring dan membaca dalam hati. Membaca nyaring adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara membaca keras-keras di depan umum. Sedangkan kegiatan membaca dalam hati adalah kegiatan membaca dengan seksama yang dilakukan untuk mengerti dan memahami maksud atau tujuan penulis dalam media tertulis.

Para siswa sedang asyik membaca buku

Kerjasama SD Islam Mohammad Hatta dengan pihak penerbit Erlangga tidak hanya berupa pesanan buku untuk guru dan siswa, tetapi terdapat 1 kegiatan yang menarik dengan nama “Reading Day”. Kegiatan ini bertujuan untuk menarik siswa agar senang membaca. Di zaman yang serba digital ini kegiatan membaca dengan buku sudah jarang kita temui, karena kebanyakan yang kita baca saat ini ada gadget. Saat ini hampir semuanya dapat dilakukan dengan menggunakan gadget, termasuk membaca buku. Dibalik sifatnya yang praktis, ternyata membaca buku menggunakan gadget memiliki efek negatif bagi kesehatan. Bahaya apa yang mengancam dari membaca menggunakan gadget?

Ekspresi siswa saat membaca buku

Sebuah riset yang dilakukan oleh tim Harvard Medical School menemukan bahwa produksi hormon tidur menjadi berkurang akibat membaca e-book. Rasa lelah di keesokan harinya juga dapat terjadi karena efek cahaya biru dari gadget di malam hari. Diketakan pula oleh pimpinan penelitian, Profesor Charles Czeisler bahwa sebagian besar cahaya yang terpancar ke pembaca e-book langsung menuju ke mata. Sdangkan jika membaca dari buku, pembaca hanya terkena pantulan cahaya yang dipantulkan oleh buku.

Sebenernya hal yang perlu diperhatikan jika tidak ingin mendapat efek buruk membaca e-book adalah dengan pengendalian diri. Kita harus mengetahui batasan seberapa lama menatap layar gadget. Dan juga jangan melakukannya sebelum tidur. Semoga kita bisa menjaga anak-anak kita dan mengajaknya agar lebih senang membaca buku daripada gadget.